Dalam upaya menjaga relevansi dan meningkatkan kualitas sertifikasi profesi mahasiswa, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Siliwangi sukses menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Skema Penyesuaian Peta Okupasi Nasional (PON) dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Kegiatan yang berlangsung intensif selama dua hari pada tanggal 6–7 Mei ini bertempat di Laboratorium Elektro, Kampus 2 Universitas Siliwangi.
Bimtek kali ini secara khusus melibatkan para asesor skema dari Fakultas Teknik, utamanya mereka yang mengampu skema sertifikasi di bawah naungan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Penyesuaian ini dinilai sangat krusial mengingat perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang bergerak sangat dinamis.
Ketua LSP Universitas Siliwangi dalam pembukaannya menyampaikan bahwa penyelarasan skema ini bertujuan agar skema kompetensi yang diujikan kepada mahasiswa tetap sejalan dengan kebutuhan industri modern dan regulasi nasional terbaru. “Dunia digital dan industri teknik berkembang sangat cepat. Melalui Bimtek ini, kita memastikan bahwa para asesor memiliki panduan skema yang mutakhir, sehingga lulusan Universitas Siliwangi yang tersertifikasi benar-benar kompeten dan siap bersaing di pasar kerja,” ujarnya.
Agenda dan Output Kegiatan
Selama dua hari pelaksanaan, para peserta yang terdiri dari dosen sekaligus asesor kompetensi Fakultas Teknik ini fokus pada beberapa agenda penting, antara lain:
- Bedah Regulasi: Memahami pembaruan matriks Peta Okupasi Nasional (PON) dan SKKNI sektor Komdigi.
- Restrukturisasi Skema: Menyusun ulang instrumen asesmen dan materi uji kompetensi (MUK) agar sesuai dengan standar terbaru.
- Validasi Dokumen: Memastikan dokumen skema yang disesuaikan memenuhi kualifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Dengan terselenggaranya Bimtek ini, LSP Universitas Siliwangi berkomitmen untuk segera merampungkan dokumen penyesuaian skema ini agar bisa legal dan diterapkan pada periode uji kompetensi terdekat. Langkah taktis ini diharapkan tidak hanya memperkuat penjaminan mutu internal kampus, tetapi juga memperkokoh posisi Universitas Siliwangi sebagai pencetak sumber daya manusia yang unggul, tersertifikasi, dan berdaya saing nasional maupun global. (LSP/Red)

